Langsung ke konten utama

Waspada, Inilah 8 Tanda Batu Empedu yang Perlu Diperhatikan

Cholelithiasis atau batu empedu adalah kondisi medis yang timbul akibat pembentukan batu di dalam kantong empedu. Salah satu tanda paling umum dari batu empedu adalah timbulnya rasa nyeri tiba-tiba di bagian kanan atas perut. Bahkan, nyeri tersebut dapat merambat ke punggung dan bahu.

Selain itu, yuk kita telaah dengan detail mengenai berbagai tanda batu empedu yang perlu diwaspadai melalui artikel di bawah ini.

Penyebab Batu Empedu

Sebelum kita membahas gejala batu empedu yang perlu diwaspadai, ada baiknya kita memahami penyebabnya terlebih dahulu. 

Meskipun belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan terbentuknya batu empedu, gangguan dalam sistem pencernaan ini diduga terjadi akibat tingginya kadar kolesterol dan bilirubin di dalam kantong empedu.

Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami batu empedu meliputi:

  • Obesitas.
  • Usia di atas 40 tahun.
  • Jenis kelamin perempuan.
  • Riwayat keluarga dengan batu empedu.
  • Kehamilan.
  • Wanita yang sedang menjalani terapi dengan obat yang mengandung hormon estrogen.
  • Pola makan tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi kolesterol dan rendah serat secara berlebihan.
  • Diabetes.
  • Penyakit liver.
  • Riwayat kelainan darah, seperti anemia sel sabit atau leukemia.
  • Gangguan sistem pencernaan, seperti irritable bowel syndrome dan Crohn's disease.

Berbagai gejala batu empedu yang perlu diwaspadai meliputi nyeri pada perut kanan atas, demam, mual dan muntah, penyakit kuning, perubahan warna urine, dan lainnya. 

Penjelasan lengkapnya dapat ditemukan di bawah ini. 

1. Nyeri di Bagian Kanan Atas Perut

Salah satu tanda awal batu empedu adalah rasa nyeri yang terlokalisasi di bagian kanan atas perut, sering kali menyebar ke punggung dan bahu. 

Gejala ini muncul secara mendadak, kadang-kadang dipicu oleh konsumsi makanan berlemak yang diketahui memicu pembentukan kristal atau batu kolesterol di kantung empedu, akibat kelebihan kolesterol yang tidak dapat larut sepenuhnya dalam cairan empedu.

Rasa nyeri ini bisa berlangsung selama 1–5 jam, dan dalam beberapa kasus, dapat bertahan beberapa hari tanpa mereda meskipun buang air besar atau buang angin dilakukan.

2. Demam

Batu empedu dapat menghambat aliran cairan empedu, meningkatkan risiko infeksi pada kantung empedu, dan menyebabkan demam sebagai gejala.

3. Mual dan Muntah

Batu empedu yang telah berlangsung lama dapat mengganggu sistem pencernaan, menyebabkan gejala seperti mual dan muntah. 

Hal ini juga bisa menjadi respons tubuh terhadap rasa nyeri yang hebat di perut akibat batu empedu.

Selain itu, dalam kasus yang lebih parah, batu empedu dapat menyebabkan diare kronis karena pengaruhnya pada sistem pencernaan lainnya, seperti usus halus dan pankreas.

4. Gejala Penyakit Kuning

Salah satu tanda bahaya dari batu empedu adalah timbulnya penyakit kuning atau jaundice. Batu empedu yang menumpuk di saluran empedu dapat menghalangi aliran cairan empedu, menyebabkan kolestasis. 

Hal ini menyebabkan cairan empedu yang mengandung bilirubin bocor ke dalam darah, yang pada gilirannya menyebabkan kulit dan mata menjadi kuning.

5. Perubahan Warna Urine

Tidak hanya menyebabkan kuning pada kulit, kelebihan bilirubin akibat batu empedu juga diekskresikan oleh ginjal melalui urine. 

Kandungan bilirubin yang tinggi membuat urine cenderung berwarna lebih gelap, seperti kecokelatan atau merah tua.

6. Tinja Berwarna Pucat

Gejala batu empedu lainnya adalah perubahan warna tinja menjadi pucat dan mirip tanah liat. Batu empedu menghambat aliran cairan empedu yang memberikan warna pada tinja.

7. Penurunan Nafsu Makan

Penderita batu empedu sering mengalami penurunan nafsu makan akibat gangguan pada sistem pencernaan.

8. Kulit Terasa Gatal

Rasa gatal pada kulit adalah gejala umum yang dialami oleh penderita batu empedu. Hal ini dapat disebabkan oleh penumpukan garam empedu di dalam darah akibat penyumbatan saluran empedu menuju usus.

Komentar